Ngabuburit di hari pertama

Menunggu magrib ketika bulan ramdhan ” ngabuburit” adalah hal paling menyenangkan, menunggu  suara adzan berkumandang di temani suara perut berbisik mengaung kelaparan dan ternggorokan yang berteriak kehausan.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua tanpa bensin, mulai mengayuh dari depan rumah dengan harapan bisa bertemu teman di tempat ngabuburit.

Rasa seneng mengalahkan rasa lapar dan haus karena sudah lama tidak bertemu teman karena posisi sekolah yang jauh di luar kota, frekwensi pertemuan bersama teman pun agak sedikit berkurang.

Sambil mengayuh kendaraan roda dua tanpa bensin, kepala ini tidak bisa diam untuk menengok kanan kiri bak orang mau nyebrang jalan. Mata tidaklagi fokus ke jalan karena melihat perubahaan kampung halaman yang sedikit berubah dengan perkembangan zaman.

Di sebuah pertigaan karena saking asik nya melihat perubahaan kampung halaman tiba-tiba Brukkkkkk!!! tanpa sengaja kendaraan roda dua tanpa milik saya menyenggol sebuah pedakang kolak yang berjualan di pinggir jalan, kecepatan ketika menyenggol tukang kolak di pinggir jalan tadi menurut perhitungan saksi mata adalah 20 km perjam.

Wow !! sebuah rekor tersendiri baru kali ini kendaraan saya mencapai rekor tertinggi. biasa nya kalau saya menggunakan kendaraan ini kalau di bandingkan dengan nenek-nenek berlari masih kalah saya.

kembali ke kejadian tebrakan. ibu-ibu itu langsung sewot ” Makanya kalau pake spedah liat-liat !!!!” dengan nada muka marah bak polisi mengintrogasi tawanan nya.

saya langsung berdiam seribu bahasa. ” maap bu saya gak sengaja !!! ” dengan muka merah saya dan langsung memasang muka melas biar tidak di damprat lebih lama lagi.

” untung ini bulan suci kalau tidak, udah saya perkarakan nih ke pihak yang berwajib ” kata ibu pedagang kolak . dengan hati dag dig dug der ! saya bergumama dalam hati ” Wong cuma baju nya aja nih yang ke koet marahnya sampe segituhnya”.

akhirnya saya di lepas kan itu juga dengan malu yang minta ampun. soalnya banyak yang lagi ngabuburti ikut nimbrung di situ.

saya memutuskan untuk pulang kembali deh dari pada nanti ada hal yang lebih parah lagi.

dengan muka kecewa dagi di kerutkan kebawah, pundak agak naik sedikit kaki tetep di bawah sih kalau di atas makin malu lagi nanti ma orang-orang di sangka lagi iklan produk minuman lagi udah jatuh ngeles.

ane memutuskan menunggu adzan di depan masjid aja ah biar lebih jelas kedengeran nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s